PENGABDIAN SEORANG DOKTER BERAKHIR DI UJUNG PELURU
Dokter di UGD biasa mendapat pasien yang kena peluru nyasar. Tetapi bagaimana kalau peluru nyasar itu mengenai seorang dokter yang sedang bertugas PTT, sebuah pengabdian, di tempat terpencil???? semoga berita di Kompas ini bisa menggugah betapa beratnya tugas dokter yang masih mau bertugas di daerah terpencil.
Ternate, Kompas – Seorang dokter pegawai tidak tetap (PTT), Lydia Olivia Pieter (24), yang bertugas di Puskesmas Taniwel, Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, tewas tertembak senjata milik seorang anggota TNI, Rabu (12/8) siang. Lydia tertembak di rumah dinasnya saat seorang anggota TNI yang bertamu sedang mengosongkan senjatanya. Senjata itu meletus dan mengenai bagian kiri tubuh Lydia.
Lydia sempat dilarikan ke unit gawat darurat Puskesmas Taniwel, tetapi sudah tidak tertolong lagi. Dokter PTT lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada Agustus 2008 ini hingga Rabu malam masih berada di Taniwel dan ditunggui oleh Yunus Pieter, ayahanda Lydia, dan dr Jerry, teman baik korban.
Marcel, sepupu korban saat dihubungi Kompas, membenarkan bahwa Lydia tewas tertembak oleh senjata seorang anggota TNI. Berdasarkan informasi yang diperoleh Marcel dari dr Jaya yang bertugas di Taniwel, anggota tentara itu sering main ke puskesmas ataupun ke rumah dinas. Ia juga sering memperlihatkan senjatanya ke dokter dan perawat yang bertugas di Puskesmas Taniwel.
”Saat kejadian, anggota tentara itu sedang mengosongkan senjatanya dan tidak sengaja meletus hingga mengenai dada kiri dokter Lydia,” ujar Marcel.
Informasi itu dibenarkan oleh dr Yassin Yanuar Muhammad, rekan satu almamater Lydia. Ia memperoleh informasi dari rekan-rekan dokter PTT di Taniwel bahwa Lydia tewas tertembak peluru anggota TNI. Lydia bertugas sebagai dokter PTT di Taniwel sejak April 2009.
”Informasi ini sudah diteruskan ke UI (Universitas Indonesia) dan rencananya akan diteruskan ke Menteri Kesehatan,” ujar Yassin.
Letkol (Arm) R Gigi Geovani, Kepala Penerangan Kodam XVI Pattimura, mengaku belum menerima laporan resmi tentang kejadian itu. ”Saya belum menerima berita resminya,” ujar Geovani. (ANG)
Berlangganan Artikel Gratis
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, silahkan isi alamat email Anda untuk berlangganan GRATIS artikel konsultasi Kesehatan melalui email. Masukkan alamat email anda, kemudian tekan tombol subscribe:
Related posts:

